Rabu, 24 Juni 2009

Deskripsi Seorang Manusia

Reza 'ngupil' Aditya adalah seorang topeng monyet (tanpa monyet), sopir mobil tinja, banci kaleng rombeng, penulis, pengarang, bukan manusia, orang sakit jiwa, dan lain-lain. Nama 'ngupil' didapatnya dari kebiasaannya, yaitu memasukkan jempol kaki ke dalam hidungnya (mohon diperhatikan, ini kebiasaan yang amat langka).

Masa kecilnya amatlah suram. Ia pernah mengalami kecelakaan tingkat tinggi sebanyak 20 kali (di antaranya, jatuh dari tangga, kelindes truk mainan, keserempet kenalpot, tangan kena benang layangan, lompat tinggi, patah tulang, dan sebagainya). Pekerjaan pertamanya adalah seorang 'orang sakit jiwa' pada saat berumur 10 tahun (diakibatkan oleh seekor kambingjantan ()). Dalam pertumbuhannya, karena ia kesurupan seekor Jin Tomang, maka jadilah ia seekor 'Banci Kaleng Rombeng' yang tidak pernah terlihat di Taman Lawang, tetapi berkeliaran di alam bebas. Tetapi, semua itu tidak mempengaruhi kepandaiannya yang maha-tinggi (IQ : -∞).

Rahasia terbesarnya (yang sudah tersebar di muka umum ini) adalah ia mempelajari ilmu Toiletology, sebuah ilmu yang berisi tentang toilet, isinya, dan cara kerjanya. Karena ketagihannya, ia memutuskan untuk membeli sebuah truk (maaf) Tinja sehingga ia disebut sebagai 'Sopir Mobil Tinja'.

Juga ia membuat sebuah jurusan ilmu baru, yaitu 'Kolorology'. Ilmu ini masih berhubungan dengan 'Toiletology', karena **** (disensor). Ilmu ini berisi tentang pakaian dalam, luas, volume, warna, frekuansi pemakaian, dan sirkulasi udara di dalamnya. Karena kerumitannya, ilmu ini hanya dimiliki oleh seorang Raditya Dika (kambingjantan, bukan manusia).

Semasa sekolahnya, ia sangat membenci (baca : tidak mampu mempelajari) Biologi karena keterbatasan otaknya. Kata-kata yang dia ingat hanya 'Orzya Sativa', 'Penicillium Notatum', dan 'Aorta' (bahkan ia sendiri lupa artinya).

Ia memiliki teori-teori yang tak terbantahkan oleh manusia biasa, yaitu :
- "Manusia itu berbeda" : artinya, ada manusia yang pemalas dan bodoh (contoh : Reza Aditya) juga ada manusia yang pintar dan rajin membantu orang tua [menghabiskan jatah makanan] (contoh : Reza Aditya).
- "Apapun + Kecap = Mantap!" : Artinya, PRAKTEKIN AJA SENDIRI! Rata-rata manusia membuktikan teori ini di iklan kecap.
- "Gila tapi nyata" : Artinya, masih ada orang gila di dunia nyata.
- dan masih banyak lagi, tapi terlalu banyak untuk ditulis...

Hubungan persahabatannya di sekolah tidaklah normal. Banyak orang mengatakan manusia ini amatlah tolol, suka pamer (pamer diri dan kegoblokan), dan tak waras. Tak ada yang berani mengatakan bahwa dirinya kenal dengan orang ini karena mereka takut dianggap gila (entah kenapa...).

Saat ini ia sedang menghabiskan masa liburannya dengan makan, blogging, dan main internet.

Tidak ada komentar: